Menulis Bukan Sekedar Berteori atau Berkata-kata

(Sumber gambar : https://recruitingtimes.org)

Menulis merupakan aktivitas yang banyak dilakukan orang sehari-hari, entah untuk keperluan profesional, akademis, atau sekadar mencurahkan pikiran di dalam buku harian pribadi. Namun, ada anggapan bahwa menulis hanyalah soal merangkai teori atau berkata-kata. Sebenarnya, menulis lebih dari sekedar itu; menulis adalah sebuah proses kreatif dan reflektif yang mendalam, mengkonstruksi aneka ragam data dan fakta menjadi pemahaman baru yang kemudian disebut sebagai ilmu pengetahuan. Dan ilmu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sejarah peradaban manusia. Bahkan Qur’an menyatakan yang artinya, “…Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Al-Mujadalah, 11)

Menulis sebagai Proses Kreatif

Menulis memerlukan kreativitas yang tak kalah dengan seni lain seperti melukis atau musik. Dalam menulis, kita menciptakan dunia baru dengan kata-kata, menggambarkan karakter, membangun plot, dan mengekspresikan ide-ide kompleks. Kreativitas dalam menulis juga melibatkan kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan cara yang menarik dan menyentuh pembaca. Menulis memaksa kita untuk berpikir di luar kotak dan menemukan cara-cara baru untuk mengungkapkan diri. Menulis tidak cukup sekedar memindahkan data dan fakta dari sebuah peristiwa ke dalam kata-kata. Namun ia juga membutuhkan kreatifitas agar menghasilkan sesuatu yang baru yang berguna bagi kemajuan kehidupan umat manusia.

Menulis sebagai Proses Reflektif

Selain menjadi proses kreatif, menulis juga merupakan proses reflektif. Ketika menulis, kita sering kali dihadapkan pada diri kita sendiri dan pemikiran kita yang terdalam. Menulis memberikan ruang untuk merenung dan mengurai pikiran serta perasaan yang mungkin sulit diungkapkan dengan kata-kata lisan. Proses ini membantu kita memahami diri sendiri dengan lebih baik dan menemukan solusi untuk masalah yang kita hadapi. Menulis juga sangat berguna untuk mengelola emosi untuk kemudian dipadukan dengan rasionalitas sehingga argumentasi dapat dikemukakan secara lebih ekspresif dan artikulatif.

Menulis Melibatkan Penelitian dan Analisis

Banyak jenis tulisan yang memerlukan penelitian mendalam dan analisis kritis. Sebagai contoh, menulis esai akademis atau artikel ilmiah memerlukan pengumpulan data, memahami literatur yang ada, dan menyusun argumen yang logis dan koheren. Proses ini melibatkan kerja keras dan ketekunan, yang jauh melampaui sekadar berkata-kata atau mengandalkan teori belaka. Bahkan untuk jenis tulisan ringan pun butuh semacam penelitian dan analisis atas suatu peristiwa sehingga tulisan dapat dihasilkan secara tepat dan menarik perhatian.

Menulis Membangun Keterampilan Berpikir Kritis

Menulis merupakan kegiatan yang tidak hanya membantu kita menyampaikan ide dan gagasan, tetapi juga mengasah keterampilan berpikir kritis kita. Saat menulis, kita dituntut untuk menyusun argumen yang kuat, menilai bukti-bukti yang ada, dan menyimpulkan dengan logis. Proses ini memungkinkan kita untuk melatih kemampuan analisis dan pemikiran kritis yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menulis, kita belajar untuk memilah-milah informasi, mengevaluasi kebenaran dari setiap klaim, dan menyusun argumen yang meyakinkan. Ini tidak hanya membantu kita dalam mengekspresikan ide secara jelas dan terstruktur, tetapi juga membentuk pola pikir yang kritis dan analitis. Kemampuan ini sangat berharga dalam menghadapi berbagai situasi, baik dalam lingkup akademis maupun profesional.

Menulis sebagai Bentuk Komunikasi Efektif

Menulis adalah salah satu bentuk komunikasi yang paling efektif. Melalui tulisan, kita dapat menyampaikan ide, informasi, dan perasaan kepada orang lain dengan cara yang jelas dan terstruktur. Hal ini sangat penting sebab cara berpikir dan komunikasi yang terstruktur sekaligus menunjukkan pemahaman yang sistemik, holistik, dan tidak parsial. Menulis juga memungkinkan kita untuk mencapai audiens yang lebih luas dan mempengaruhi pemikiran serta tindakan mereka. Komunikasi tertulis yang baik memerlukan pemahaman yang mendalam tentang audiens kita dan kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan cara yang dapat mereka terima dan pahami.

Kesimpulan

Menulis bukanlah sekedar berteori atau berkata-kata; menulis adalah proses kreatif dan reflektif yang melibatkan penelitian, analisis, dan komunikasi efektif. Menulis membantu kita memahami diri sendiri dan dunia di sekitar kita dengan lebih baik. Melalui menulis, kita dapat berbagi ide, mempengaruhi pemikiran orang lain, dan meninggalkan warisan yang akan terus hidup sepanjang waktu. Dengan demikian, menulis adalah keterampilan berharga yang harus dihargai dan dikembangkan oleh setiap individu.

Cipinang, 13 Juni 2024

Ali Mustahib Elyas